Arsip untuk Juli, 2009|Halaman arsip bulanan
My First Online Experience
Siang malam ku selalu
Menatap layar terpaku
Untuk online online
Online online…(kutipan lirik “Online”-nya Saykoji)
Kata “online” dalam lagu ini seringkali membuat saya ikut bersenandung sambil menggoyang-goyang kepala. Hahaha.., kenapa begitu ya? Alam bawah sadar saya mungkin terpancing oleh kata itu, sehingga tanpa disadari, saya ikut menyenandungkan kata tersebut. Barangkali “Online” memang sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari saya yang rasanya sulit untuk ditinggalkan. Aktivitas online sudah menjadi candu dengan dosis tinggi bagi saya. Walaupun terkesan berlebihan, tapi begitulah adanya.
Saya jadi teringat ketika pertama kalinya saya mencoba teknologi yang sedang populer di kalangan remaja seusia saya waktu itu, “internet”. Sebuah teknologi berbasis komputer yang mampu menghubungkan seluruh bagian dunia. Hampir separuh lebih teman sekelas saya semasa SMA sudah mengenal internet. Saya termasuk separuh kurangnya yang tidak tahu sama sekali tentang internet alias orang yang gaptek (gagap teknologi). Jangankan internet, komputer saja saya tidak punya. Parahnya, saya juga baru belajar komputer gara-gara waktu itu ada tugas membuat makalah yang harus diketik menggunakan komputer. Selayaknya remaja, rasa ingin tahu saya pun sangat tinggi, hingga akhirnya sepulang sekolah saya pergi mengunjungi warnet (warung internet) di dekat sekolah saya.
Begitu saya membuka komputer, saya bingung apa yang harus saya lakukan. Beberapa menit, saya coba amati layar komputer di hadapan saya. Tidak ada yang berbeda dengan komputer yang pernah saya gunakan. Merasa semakin bingung, saya tanya operator yang saat itu begitu ramah membantu saya. Ternyata, sangat mudah untuk membuka browser internet, hanya dengan sekali klik, lalu ketik alamat website, Waktu itu si mbak operator mengetikkan situs Google sebagai mesin pencari semua informasi yang saya perlukan. Selain itu, ia juga mengetikkan situs Detik.Com, katanya, “Kalau perlu berita terkini buka ini aja!”. Wah, hebat sekali, informasi apapun bisa saya dapatkan. Akhirnya setiap mendapat tugas makalah, saya selalu berkunjung ke warnet dan menjelajah dunia maya untuk mendapatkan artikel-artikel yang saya perlukan untuk melengkapi makalah saya.
Saat memasuki masa kuliah, tugas makalah semakin bertambah. Seperti biasa, warnet menjadi tempat pertama pencarian bahan makalah saya. Kebetulan warnetnya tidak jauh dari perpustakaan kampus. Jadi, bisa sekalian baca-baca buku juga di perpustakaan. Kali ini, tugas makalah agak beda dari biasanya. Tugas tersebut harus dikirim ke e-mail dosen saya. Waduh, kebetulan saya belum punya alamat e-mail, jadi gara-gara itu saya pun akhirnya membuat sebuah account di Yahoo. Dengan alamat e-mail itu, saya mencoba chatting di Yahoo Messenger. Saya tambahkan beberapa teman sekelas saya di daftar “contact” sehingga sesekali saya dapat saling bertukar informasi atau hanya sekedar ngobrol ngelantur. Saat menjelajah “room”, saya mendapat teman-teman dari dalam dan luar negeri, beberapa di antaranya ternyata warga negera Indonesia yang kebetulan tinggal di luar negeri. Sambil melatih kemampuan berbahasa Inggris, saya cukup menikmati serunya menjalin pertemanan di dunia maya. Dengan alamat e-mail pula, saya mengikuti forum-forum dan komunitas pertemanan yang tersedia di internet semisal facebook, friendster, friendfinder, dan sebagainya. Oleh karena itu, semakin sulit rasanya meninggalkan aktivitas online. Saat menyusun skripsi, saya selalu mengunjungi berbagai alamat website yang menyediakan tutorial berhubungan dengan skripsi saya, hingga akhirnya saya berhasil meraih gelar sarjana.
Memasuki dunia kerja, aktivitas saya masih tidak dapat dipisahkan dari internet. Sebagai engineer R&D (Research & Development), saya harus mengumpulkan informasi yang saya perlukan untuk menyempurnakan proyek yang saya kerjakan. Oleh karena itu, aktivitas online telah menjadi bagian dari profesi yang saya tekuni. Di sela kesibukan kerja, saya juga menulis beberapa blog, salah satunya blog yang sedang Anda baca ini. Ya, sekedar melatih kemampuan menulis, salah satu hobby terpendam yang sudah saya lakukan sejak setahun silam.
Komentar (2)

