Posted by: edi nur rochman on: Mei 30, 2009
Sekedar ingin berbagi freeware Yahoo Mesenger versi 9. Buat yang doyan chatting di YM pasti bakalan suka, tampilannya lebih asyik pokoknya mah!
Posted by: edi nur rochman on: Desember 19, 2008
EDTRONICS SCHOOL BELL (BEL SEKOLAH BERBICARA)
[Download Katalog Bel Sekolah]
Deskripsi:
Bel sekolah otomatis berbasis mikrokontroler dilengkapi dengan protokoler pengucapan jam dan kalender.
Fitur:
Spesifikasi:
Informasi/Pemesanan:
Untuk pemesanan hubungi:
Edi Nur Rochman, S.Pd
Telp. 022-70060960
E-mail/YM: ed_nr82@yahoo.com
Catatan: Harga belum termasuk ongkos kirim
Posted by: edi nur rochman on: Desember 5, 2008
Kali ini saya ingin berbagi sedikit ilmu tentang mikrokontroler seri AVR, tepatnya ATmega128. Semoga bisa jadi bahan referensi buat ‘micro lovers’ yg lagi laver ilmu (translate: laver = lapar, red). Sebenarnya, saya juga belum lama pake mikrokontroler AVR, pas di kantor diminta merancang KWH meter prabayar pake ATmega128 yang sebelumnya saya rancang pake uPSD3354 (buatan ST micro), nah mulai deh buka-buka buku pemrograman dan googling di internet, sampai akhirnya terciptalah versi AVR dari proyek KWH meter tersebut.
Ok, langsung aja kita kenalan sama micro-nya dimulai dari fitur2 ATmega128.
Fitur ATmega128:
Minimum sistem ATmega128:
Download skema rangkaian minimum ATmega128.sch
Minimum sistem di atas dirancang untuk pemrograman ISP (In-System Programming). Selain untuk ATmega128, rangkaian ini bisa juga digunakan untuk ATmega64 karena konfigurasi pin-nya sama. Khusus untuk MISO dan MOSI ISP tidak menggunakan pin MISO/MOSI yg sudah disediakan pada chip. Sebagai gantinya, kita gunakan pin PDI sebagai MOSI dan PDO sebagai MISO. Kalau rajin baca datasheet, skema pemrograman ISP persis seperti ini. Nah, coba deh dibikin tuch rangkaiannya, tinggal download aja, gampang kan?
Kabel ISP:
Software Compiler/Downloader:
Banyak sekali software yg bisa digunakan untuk memprogram mikrokontroler AVR. Skema kabel ISP di atas cocok digunakan jika menggunakan Code Vision AVR atau PonyProg.
Posted by: edi nur rochman on: September 24, 2008
AT89C2051 termasuk keluarga MCS-51 yang kompatible dengan arsitektur chip intel 8051 baik hardware pin input/output maupun struktur mnemonic-nya. IC ini memiliki 20 pin dengan jumlah port I/O sebanyak 15. kapasitas Flash Memory sebesar 2 kByte yang dapat ditulis/baca sebanyak +- 1000 kali. Internal RAM sebesar 128 byte. Datasheet AT89C2051 dapat Anda download di sini.

Pemrograman IC ini dapat dilakukan secara in-system programming (ISP) melalui port 3. Salah satu software programmer yang dapat digunakan untuk tipe ic ini yaitu IC-Prog yang dapat Anda download di sini. Sebaiknya Anda juga mempersiapkan kabel data untuk keperluan tersebut. Untuk lebih sederhana, Anda dapat mempergunakan port paralel pada PC Anda. Skema kabel data programmer dapat Anda download di sini.
Download Link:
- Datasheet AT89C2051 (pdf)
- Software IC-Prog
- Skema kabel data (pdf)
- Panduan IC-Prog (zip)
Posted by: edi nur rochman on: Juli 22, 2008
“Mikrokontroler”, sebuah kata yang sangat menakutkan bagi saya sewaktu mengajukan judul tugas akhir setahun yang lalu. Soalnya, waktu kuliah Sistem Mikrokontroler dulu, saya cuma dapat nilai C (oon ya..
), itu pun setelah remedial. Hingga pada semester akhir, tiba saatnya untuk mengajukan judul TA (Tugas Akhir). Tentu saja karena alasan tersebut, pada proposal judul TA saya, tidak ada kata “mikrokontroler” di dalamnya. Namun, kemudian dosen pembimbing menyarankan untuk menambahkan komponen mikrokontroler pada judul terakhir yang saya ajukan (setelah 3 kali ganti judul). Akhirnya, dengan sangat terpaksa judul TA itu saya bubuhi kata “mikrokontroler”, sebuah kata yang sangat saya hindari. Untuk itu, saya gali semua informasi yang berhubungan dengan “mikrokontroler” di internet. Tidak tanggung-tanggung, saya minta seorang pakar dari LIPI Bandung untuk menjadi pembimbing.
Dengan serius, saya mulai mempelajari dasar-dasar pemrograman assembly melalui situs tutorial di internet. Selain itu, beberapa buku mikrokontroler pun saya lahap. Namun, ternyata saya malah makin bingung dengan segudang teori yang harus saya kuasai. Saya teringat dengan perkataan seorang pakar pendidikan “Dewey” yang saya dengar dari dosen Psikologi Pendidikan saya, beliau mengatakan “Learning by Doing” (belajar sambil melakukan), jadi tidak hanya teori saja yang dipelajari, tapi lebih baik jika disertai praktek. Itulah yang selanjutnya saya lakukan. Berbekal buku panduan, software compiler dan programer, kabel ISP buatan sendiri, dan source code assembly (copy paste di internet), saya mulai praktek, praktek, dan praktek. Saya ingat waktu itu, saya mulai dengan memprogram LCD karakter. Tentu saja, percobaan pertama tidak berhasil sebagaimana mestinya. LCD-nya tetap blank, tidak ada satu pun karakter yang muncul, yang ada hanyalah test screen berupa kotak hitam yang muncul di layar LCD.
Setelah ratusan kali trial and error, akhirnya BERHASIL!! Sebuah karakter muncul di layar.
Alhamdulillah.. sejak saat itu, semuanya terasa semakin mudah. Rutin-rutin program yang lain pun makin mudah ditelusuri kesalahannya hingga dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sebuah nasihat yang baik dari pembimbing saya di LIPI, “Buat program sesederhana mungkin! Mulailah secara bertahap, berikan catatan-catatan kecil untuk mempermudah menelusuri kesalahan program!”. Oh iya, saya lupa menyebutkan, source code assembly banyak tersedia di internet, jadi untuk pemula, lebih baik menerapkan teori “ATM”-nya Ustad Abu Yahya, A = Amati, T = Teliti, dan M = Modifikasi. Jangan sekali-kali menelan mentah-mentah souce code orang lain karena dijamin BELUM TENTU BEKERJA di sistem yang kita buat, apalagi jika hardwarenya berbeda, selain itu juga melanggar HAK CIPTA.
Lanjut cerita, selama beberapa bulan “ta’aruf” dengan mikrokontroler, hingga hampir tiap malam begadang akhirnya saya berhasil menyelesaikan TA tersebut. Tidak hanya itu, semua dosen penguji memberikan kesan positif terhadap TA saya dan membubuhkan nilai “A” di ijazah sarjana saya, sebuah nilai yang terlalu sempurna bagi pembenci “mikrokontroler” seperti saya. Hingga akhirnya, bulan april 2008 lalu saya diwisuda, sebulan kemudian saya diterima bekerja sebagai RND di sebuah perusahaan telekomunikasi di Bandung. Alhamdulillah, saat ini setiap hari saya dapat bereksperimen dengan mikrokontroler.
Posted by: edi nur rochman on: Juni 1, 2008
Untuk mengisi file objek (.hex) pada sistem mikrokontroler, diperlukan software downloader. Untuk mikrokontroler seri AT89Sxx dapat menggunakan software keluaran atmel. Software ini saya peroleh secara gratis di internet, dapat digunakan untuk kabel data mikrokontroler atmel AT89s. File sudah berisi rangkaian skematik, program, dan user manual. Selamat mencoba!

Posted by: edi nur rochman on: Maret 23, 2008
Dalam pemrograman mikrokontroler MCS-51 dikenal dua macam teknik, yaitu parallel programming dan serial programming. Keterangan lebih rinci mengenai kedua teknik pemrograman tersebut dapat Anda lihat pada datasheet. Kali ini, penulis akan menyajikan teknik pemrograman serial In-System Programming (ISP). Dengan teknik ini, Anda tidak memerlukan modul downloader semisal DT-51 untuk memprogram, sehingga chip tidak perlu dibongkar pasang saat pemrograman berlangsung. Yang Anda perlukan hanya kabel ISP yang menghubungkan pin-pin pada chip mikrokontroler dengan port LPT1/LPT2 komputer Anda. Kabel ISP dapat dibuat dengan menghubungkan pin MOSI (P1.5), MISO (P1.6), SCK (P1.7), dan RST dengan pin 2, 10, 1, 17 pada LPT1/LPT2 komputer secara langsung (lihat datasheet chip untuk mengetahui konfigurasi pin). Namun, untuk menghindari rusaknya chip mikrokontroler akibat noise atau spoke tegangan tidak rata pada CPU komputer maka sebaiknya digunakan buffer 74LS244. Selama pemrograman, hubungkan pin VPP (pin 31) chip target dengan tegangan Vcc.
Hardware


Daftar Komponen
Software [Download]
Software yang dapat digunakan untuk pemrograman ISP dengan konfigurasi seperti di atas antara lain menggunakan Atmel MCU ISP Software. Software ini dapat Anda download secara gratis. Software ini berfungsi menyimpan file .hex ke dalam flash memory mikrokontroler seri AT89. Adapun langkah-langkah pemrogramannya antara lain:


Komentar Terakhir